Postingan

FILSAFAT PODA NA LIMA DALAM BUDAYA BATAK (MANDAILING)

Gambaran Mengenai Falsafah Poda Na Lima      Poda na lima memaparkan pemikiran adanya kaitan antara moral dengan tradisi atau adat istiadat, ajaran agama dan ideologi-ideologi. Pemikiran ini diambil dari poda dohot ajar milik suku Batak Mandailing. Katanya bahwa poda ini melahirkan rumusan dalam bentuk poda na lima yang kemudin dikembangkan menjadi bahan ajar. Poda na lima adalah lima nasehat yang teradat atau nasehat yang lima. Poda itu terdiri dari lima nasehat yakni:  1.Paias Rohamu (Bersihkan Hatimu)      Dalam tubuh manusia terdapat “hati” yang melahirkan cipta, rasa dan karsa. Supaya tubuh bisa sempurna. Ketiga unsur atau (elemen) ini harus seimbang, selaras dan serasih. Apabila terjadi kepincangan, timbullah ketidakwajaran ( up normal ). Untuk memperoleh kewajaran itu perlu ada suasana hati yang bersih. Bersih atau kotornya hati dapat diketahui dari tingkah laku. Istilah kotor maupun bersih, dalam hal ini, sifatnya abstrak. Jadi mengetahui ber...

SUKSESI KEPEMIMPINAN

Gambar
       Setiap pemimpin hendaknya menyadari keterbatasannya untuk memimpin baik dari segi kekuatan maupun waktu, sehingga sejak awal menyiapkan suksesi kepemimpinan. Setiap pemimpin perlu menyadari bahwa dirinya hanya bisa melayani sebagai pemimpin dalam jangka waktu yang terbatas, sehingga ia harus menyiapkan pengganti sebelum masa kepemimpinannya berakhir. Disebut pemimpin yang baik, jika bisa menciptakan estapet kepemimpinan berhasil dengan baik. Pemimpin yang baik harus bisa menciptakan regenerasi. Suksesi kepemimpinan memastikan keberadaan lembaga tertentu dapat terus berjalan dengan berkesinambungan. Sebaliknya lembaga tersebut terhenti karena pemimpin gagal mempersiapkan suksesi kepemimpinan. Seorang pemimpin sejati adalah seorang tahu bagaimana mempersiapkan dan melatih pemimpin baru untuk meneruskan kepemimpinan. Memperlengkapi calon pemimpin dapat dilakukan dengan memberi kesempatan untuk belajar secara formal maupun pengalaman bersama dalam organisasi terse...

SIKAP RADIKAL TERHADAP BUDAYA DAN AGAMA

Gambar
Dalam merawat pluralisme ditengah-tengah dunia ini khususnya di Asia, perlu ditinjau dari sikap keradikalan terhadap budaya dan agama, supaya keradikalan tidak menimbulkan kegaduhan atau pecahnya kerukunan ditengah-tengah kepelbagaian. Dimana, agama dan budaya itu berdiri sejajar, bahkan budaya sebenarnya bisa dijadikan sarana untuk menerjemahkan kaidah-kaidah agama sehingga keduanya dapat diibaratkan seperti dua kepingan mata uang yang menjadi satu, bekerja bersama-sama dalam rangka membentuk sikap individu-individu dalam masyarakat. Agama dan budaya, memiliki pengaruh besar dalam membentuk budi pekerti dan perilaku seseorang, hal ini dapat dilihat bagaimana semua nabi yang diutus Tuhan menyampaikan agama sebagai rahmat sekaligus pembawa kabar gembira yang menawarkan kebajikan, kebenaran dan kedamaian hidup bagi manusia melalui budaya dan peradaban masing-masing daerah. Agama juga merupakan kekuatan untuk membebaskan manusia dari kebodohan, ketertindasan, dan pertikaian yang menyengsa...

GEREJA DI ERA DIGITAL

Gambar
     Gereja sebagai komunitas beriman yang mengembara, yang berdimensi spasial sekaligus temporal tidak pernah sepi dari tantangan yang berasal dari konteks di mana ia ada dan berteologi. Kemajuan di bidang teknologi-informasi, pengaruh media sosial tak luput dari area di mana gereja juga harus berurusan dan mengambil peran sebagai garam dan terang. Dalam situasi seperti saat ini, gereja kembali diuji untuk tetap menjalankan fungsinya. Dari waktu ke waktu, oleh topangan rahmat Tuhan, gereja telah menunjukkan keteguhan eksistensi kontekstualisasinya sebagai perwujudan tugas dan panggilan: persekutuan, pelayanan dan kesaksian. Gagasan tentang gereja digital adalah sebuah tawaran kehidupan menggereja pada masa kini. Dunia virtual meskipun di satu sisi memiliki potensi untuk disalah gunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu; namun di sisi lain dapat menjadi peluang di mana gereja memiliki cara pandang baru dalam memandang realitas Allah yang transenden. Ketimbang melihat...